Agnostik berwajah agamis
Posted by admin on
February 25, 2008
Diclaimer: Tulisan ini tidak meneceritakan mengenai satu, dua atau sekelompok manusia yang sedang menjalani kehidupan, namun tulisan ini ditujukan sebagai pandangan dari salah satu manusia bernama dodot yang bosan melihat manusia-manusia agnostik disekitarnya dan apakah anda tergolong bagian dari mereka, silahkan jawab sendiri, dodot tidak menjamin akibat dari tulisan ini!.
Agnostik, atheis, dan berbagai macam pandangan ketuhanan lainnya yang terus diperangi oleh manusia modern pada saat ini. Tidak terkecuali para pemuka agama sendiri. Status mereka boleh kita sebut sebagai Kyai, Ustadz, Pendeta, Biksu, dan lain sebagainya, namun mereka juga manusia mengalami krisis ketuhanan yang tak terelakkan walaupun mereka merupakan abdi dari agama yang mereka anut.
Pertama kali dodot mengenal agonistik dari bukunya Stephen R Covey yang didalam bukunya tersebut dia menceritakan sebuah kejadian nyata. Lalu apa sebenarnya agnostik tersebut, wikipedia menulis:
Agnostisisme adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu — umumnya yang berkaitan dengan theologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dsb– adalah tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang “Yang-Absolut”; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi. Dalam kedua hal ini maka agnostikisme mengandung unsur skeptisisme.
tags: agnostik adalah, agostik, ateis, bertrand, bertrand russel, huxley, karl marx, marxisme
33 Comments
Awas tuyul berkeliaran!!!
Posted by admin on
February 23, 2008
Tuyul yang gue maksud disini bukanlah tuyul sebenarnya, namun anak kecil, gue memanggil anak kecil dengan sebutan tuyul.
Hari itu jum’at 22 Februari, ada tuyul tiga biji yang berkeliaran. Ya Tuhan! Lebih pinteran ayam gue, pandai ngelonin anak. Anak siapa ini? Pertanyaan tersebut timbul lantaran anak umur4 tahon, 2 taon dan satu kecebon yang gue taksir umurnya baru 1 taon berkeliaran. Si kecebon nggak pake celana dalam lagi! Aduh, aduh…. ntar di patok ayam “tuh” gimana?
Udah banyak ibu-ibu yang memperlakukan anaknya seperti ini, sekali lagi gue ingin bilang:
“Lebih pinter induk ayam dan induk anjing yang gue punya. Walaupun mereka binatang, mereka lebih pinter dalam mengasuh anak. Toh anaknya nggak diliat aja dia udah mulai mencari. Lah ini, makhluk yang bernama manusia, jangan bikin anak aja kerjanya!!!”
Bumi gonjang ganjing, eh gempa toh
Posted by admin on
February 22, 2008
Bumi gonjang gamjing
jangan panik,
jangan panik,
tapi lari dan teriak kencen-kenceng
Lagi asiknya nonton Rudi Tabooti bumi sudah menunjukkan aktifitasnya, pagi-pagi lagi, untung aja kagak malam hari. Tapi kalau memang kejadian pada malam hari, waduh berabe nih.
Gue ngerasain gempa ketika sedang berbaring dan lagi nonton Rudi Tabooti (itu pilem kartun di GlobalTV). Tak disangka-sangka ternyata rumah ini bergoyang (untung aja goyang nya nggak ngebor). Ternyata BMG melaporkan:
| 22-Feb-08 06:55:33 WIB |
2.67 LS- 99.37 BT | ![]() ![]() |
27 Km | tidakberpotensi
TSUNAMi |
Pusat gempa berada pada:
194 km BaratDaya Mukomuko-Bengkulu , 198 km BaratDaya Painan-Sumbar , 219 km BaratDaya Padang-Sumbar , 235 km BaratDaya Sungaipenuh-Jambi , 219 km BaratDaya Padang-Sumbar
Duh, sampai detik ini gue nggak tau kabar terakhir, apakah ada korban di kota Padang atau kagak, maklum habis begadang mendingan bobok. Biarpun bumi bergoyang yang penting kelarin dulu bobok.
Ngantuk!!!
Bobok lagi ah…
tags: bmg, gempa, gempa 22 februari 2008, pusat gempa
21 Comments
Kangen blogwalking
Posted by admin on
February 21, 2008
Beberapa waktu belakangan gue emang udah lama kagak jalanin aktifitas kenegaraan dan lebih sibuk tuk mikirn laporan proyek akhir yang blon kelar, bahkan untuk mencapai target minggat dari kampus pada wisuda bulan Maret mendatang terpaksa diundur, mudah-mudahan bisa minggat bulan Juni atau September asal jangan ampee 3 taon lebih, malu kan ama emak di rumah.
Kamis 21 Februari, ngerjain tugas hari rabu malem ampe jam 3 subuh dan baru bobok pada pukul 4 dan ditemani ama Mici (kucing kesayangan). Pagi-pagi kok ada yang ngebangunin padahal gue sendiri di rumah, nyambung tidur lagi jam 7 habis kerja paksa dan baru jam 8.30 terbang ke kampus tuk nyelesain laporan.
Ternyata ketika di perjalanan, jadi mikir, dah berapa lama kagak blogwalking ya? Disempetin lah nongkron ke warnet abis nguli dan ternyata…. ngebaca postingan kawan-kawan blogger bikin hidup terasa lebih hidup, tapi tetap aja lape (blon makan dari pagi).
tags: blog, blogwalking, go blog, ngeblog
19 Comments
Kampus primitif
Posted by admin on
February 19, 2008
Hari ini19 Februari 2008, jadwalnya daftar ulangbagi mahasiswa angkatan 2005. Saya berangkat dari rumah pukul 06.45 wib dan sampai di kampus pukul 07.45 wib. Tepat! Untung ada angkot ngebut, kalau kagak, mungkin diriku tidak akan sampai di kampus, maklum perjalanan dari rumah ke kampus kurang lebih satu jam dan kalau cepat bisa ditempuh dalam waktu 45 menit, itu kalau cepat, dan kalau lagi tidak beruntung bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit lebih. Maklum, Padang sudah mulai tertular macet dan juga dodot masih mengandalkan angkot.
Ternyata, banyak juga yang datang lebih dahulu dari dodot, waktu memang belum menunjukkan pukul 08.00 wib. Akhirnya dodot bisa mengantri dan memasukkan abo ke Puskom, tapi yang bikin kesal adalah, abo dimasukkan paling pertama kok keluarnya paling terakhir?
Di kampus tempat dodot kuliah sekarang ini masih menerapkan sistem lama (saya lebih suka menyebutnya kampus primitif). Tata letak bangunan kampus sebarangan seperti kandang ayam, tidak ada taman hijau, jadi kampus tak ubahnya seperti neraka, dan masih banyak lagi, namun yang bikin parah adalah:
Di tengah beberapa universitas di indonesia menerapkan ICT, kok kampus gw lelet banget! Parahnya lagi ketika ngurus SKS. Puskom tak ubahnya seperti pasar, riuh, rame, bau ketek! Kampus lain sudah merapkan ICT untuk pengurusan sks, kok kampus gw blon?
Saribu limo ratuih, eh indak, saribu se agiah!
Posted by admin on
February 17, 2008
Judul diatas masih dalam bahasa Minang, jadi kalau diartikan akan menjadi:
Seribu lima ratus, eh nggak, beri aja seribu!
Kata-kata tersebut saya dengar tadi sore ketika keluar rumah karena sudah lima hari belakangan ini dodot hibernasi. Ucapan tersebut terlontar dari salah seorang ibu-ibu kepada suaminya yang naik ojek teman suaminya, jadi intinya si suami mau bayar tapi duitnya keburu habis, jadi minta duit dong ama si istri. Si istri pun dengan nada bercanda ato serius saya tidak mengerti, namun yang jelas si tukang ojek yang teman suaminya tersebut kurang enak melihat istri dari temannya tersebut (kurang enak, kurang manis, nggak seperti coklat strowberry).
Perang kata terus berkecamuk, dan saya tidak melihat mereka namun menghindar dan terawa, Tertawa terkikik-kikik, gimana kagak, di istri dengan suara cempreng teriak:
Saribu se agiah nyo, kan dakek nyo ma!
tags: minang, orang minang, perang kata, tukang ojek
8 Comments
Akhir dari valentine’s day
Posted by admin on
February 15, 2008
Jum’at pagi 15 Februari 2008, menandakan sudah berakhirnya hari yang bernama valentine. Ada yang ngerayakanya dan aja juga yang mengumpat akan hari yang bernama Valentine.
Namun, yang bikin parah adalah bukan penjulan buka dan coklat yang meningkat tajam, namun sebuah pemberitaan dari radio Warna di Singapura yang menyebutkan:
“…Valentine’s day di Hong Kong di akhiri dengan aktifitas seksual oleh para remaja…
… dan pihak yang berwenang pun sudah menindak lajuti mengenai kejadian ini…”
Nah kebayang nggak tuh? Ada yang merayakan dengan kegiatan yang positif dan negatif. Cinta kok dipermasalahkan. Bukankah cinta bahasa halus dari permainan seksualitas?
Presiden lagi joging bukan ajojing
Posted by admin on
February 12, 2008
Harus sampai berapa lama lagi Timor Timur konflik? Mungkin pertanyaan demi pertanyaan demikian sudah terus melintas dibenak kita, dan lagi-lagi bekas wilayah Indonesia ini memberikan kejutan. Kejutan yang diberikan oleh negara ini bukanlah kabar baik kalau negara ini sedang memiliki cadangan devisa yang cukup besar atau malah hampir mengalahkan negara-negara tetangganya, namun konflik yang sudah bertahun-tahun menjadi masalah dinegara ini.
Nah, udah tau sendiri kan bagaimana kisahnya. Berbagai pemberitaan di Indonesia tidak menceritakan secara persis hal ini namun cuman menceritakan kalau di Dili sudah terjadi tragedi dor-doran dan Mayor Alfredo Reinado menjadi korban, namun ketika mendengarkan berita-berita terkait, saya jadi bertanya-tanya bagaimana persisnya, nah inilah pernyataan dari Xanana:
”Kejadian ini terjadi pada jam 6.15 pagi, presiden berolahraga pagi di luar kediamannya, dan mendengar tembakan, ia berbalik dan ditembak. Dalam tembak-menembak, Alfredo Reinado dan seorang anak buahnya ditembak mati di tempat dan telah dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi dan diproses sesuai ketentuan hukum akan hal tersebut.”
Kapok bag. 2: Bali
Posted by admin on
February 7, 2008
Sebelumnya saya pernah menulis mengenai kisah kapok di Jakarta dan kini kisah kapokdi Pulau Bali. Berapa kilo dari Padang ya? Waduh jauh juga dodot pergi main-main.
Perjalanan dari Bandung rencanya langsung ke UGM namun karena ada masalah dengan waktu mendarat nantinya di Padang dan juga karena rombongan yang dodot pimpin kebetulan pake mobil kampus jadi terpaksa deh kunjungan ke UGM di batalkan dan dodot beserta rombongan langsung menuju tujuan terakhir yaitu Pantai Kuta.
Cukup lama perjalanan dari Bandung - Surabaya -Bali, kagak tau berapa jam, namun bikin kepengen tidur dikasur empuk. Penyeberangan dari Ketepang - Gilimanuk emang bikin kesal begitu juga dengan penyeberangan dari Bakahueni - Merak. Emang “Indonesia” punya. Nunggu beberapa jam baru masuk ke kapal penyeberangan yang pengapnya minta ampun dan bising.
Dodot beserta rombongan mendarat di Bali tepat dini hari, kagak tau jam berapa, namun yang jelas disana masih dingin dan gelap serta ada petugas pelabuhan yang minta surat jalan ditambah dengan “resep-resepnya”, kaget juga pertamanya ketika tuh bapak-bapak minta “resep”, dek gini.. gini… terpaksa deh. Emang “Indonesia punya”.
Sekarang perjalanan dari Gilimanuk menuju Denpasar yang bikin lelah, tetap kekeh rindu tidur dikasur empuk yang lagi nganggur dirumah. Sesampainya di Denpasar, perut lapar, penginapan belum dicari, si guide belum datang, keadaan ketika itu seperti anak ayam lepas dari induknya lias berpencar entah kemana yang jelas harus balik kalau kagak tinggal aja di Bali.
Bahkan di Bali pun tetap rumah makan Padang yang dicari rombongan dari Padang ini. Dodot sih bosan, tapi apa adaya. Ketika sampai dirumah makan tersebut, dodot dan kucingair sudah sangat kelapangan eh ternyata nasi dan sambal mereka sudah habis sama teman-teman yang duluan datang ketempat tersebut, terpaksa deh puasa sampai menemukan tempat makan lainnya. Sambil menanti adanya keajaiban, datanglah seorang yang menanyakan, Dodotnya mana ya? Eh ternyata dialah guide kami ketika itu, dan emang bikin parah.








