Agnostik berwajah agamis
Diclaimer: Tulisan ini tidak meneceritakan mengenai satu, dua atau sekelompok manusia yang sedang menjalani kehidupan, namun tulisan ini ditujukan sebagai pandangan dari salah satu manusia bernama dodot yang bosan melihat manusia-manusia agnostik disekitarnya dan apakah anda tergolong bagian dari mereka, silahkan jawab sendiri, dodot tidak menjamin akibat dari tulisan ini!.
Agnostik, atheis, dan berbagai macam pandangan ketuhanan lainnya yang terus diperangi oleh manusia modern pada saat ini. Tidak terkecuali para pemuka agama sendiri. Status mereka boleh kita sebut sebagai Kyai, Ustadz, Pendeta, Biksu, dan lain sebagainya, namun mereka juga manusia mengalami krisis ketuhanan yang tak terelakkan walaupun mereka merupakan abdi dari agama yang mereka anut.
Pertama kali dodot mengenal agonistik dari bukunya Stephen R Covey yang didalam bukunya tersebut dia menceritakan sebuah kejadian nyata. Lalu apa sebenarnya agnostik tersebut, wikipedia menulis:
Agnostisisme adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu — umumnya yang berkaitan dengan theologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dsb– adalah tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang “Yang-Absolut”; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi. Dalam kedua hal ini maka agnostikisme mengandung unsur skeptisisme.
Pengertian lainnya yaitu:
Agnostik adalah paham tentang bahwa di dunia ini memang benar ada suatu kekuatan besar lainnya selain kekuatan manusia. Kekuatan yang transparan, tidak tampak secara fisik, mengatur jalannya alam semesta ini dan tidak dapat dijelaskan dengan akal budi atau logika.
Banyak paham lain tentang agnostik, ada yang berkata bahwa agnostik adalah paham yang mempercayai adanya Kekuatan besar dan Kekuatan itu adalah seperti ahli pembuat jam yang telah membuat jam begitu sempurna dan presisi serta tidak dapat rusak sehingga Ia berhenti berkreasi saat jam itu selesai dibuat dan mulai bergerak. Paham lain berkata bahwa agnostik adalah paham yang mencari, walau ia percaya akan kekuatan besar itu tetapi ia masih mencari apa wujud kekuatan besar itu.
Dari kedua pengertian diatas rasanya juga jelas apa yang dimaksud dengan agnostik itu sendiri, dan pertanyaan lainnya adalah, apa kaitan agnostik dengan ateis? Wikipedia menulis:
Agnostisisme tidak sama dengan ateisme. Agnostisisme artinya tidak mengetahui apakah Tuhan ada atau tidak. Sementara ateisme tidak mempercayai keberadaan Tuhan.
Jadi untuk kata pengantar rasanya sudah lengkap. Agnotik atau katakanlah manusia agnostik sudah meraja lela dari tahun ke tahun. Mereka lah agnostik bermuka agamis. Sok beragama, padahal sebaliknya. Dodot lebih sering menjumpai manusia seperti ini. Bukan karena sifat, pengaruh lingkungan atau mungkin karena seringnya mendengarkan ceramah agama justru membuat manusia ini tidak jelas apakah dia masih beragama atau tidak.
Manusia yang dodot temui sering kali (pandangan ini hanya pada lingkungan sekitar) :
- Menggunjing, bahkan yang parahnya menampakkan kalau dia memang seorang penggunjing padahal dia adalah seorang muslim, muslim memang status bahkan di KTP, namun bagi saya, dodot, kalau anda seorang muslim anda harus menghargai status anda sebagai seorang muslim. Apakah menggunjing merupakan aktifitas seorang muslim? Lihat Al Qur’an gih sono!
- Pengumpat yang pintar. Lagi-lagi saya masih menemukan manusia yang mengatakan dirinya sebagai seorang muslim.
- Mereka percaya dengan yang namanya Tuhan, namun mereka tidak menampakkan kalau mereka takut terhadap Tuhan. Agama cuman kedok
- Bagaimana dengan anda?
Ada yang ingin saya tanyakan kepada semua orang di Indonesia ini:
- Kalau pun anda seorang muslim, katolik, budhis dan lain sebagainya apakah anda akan memahami atau akan menjadi seorang agnostik?
- Apa yang akan anda lakukan ketika bertemu dan bergaul dengan seorang yang agnostik dan ateis?
- Kenapa anda mengatakan diri anda beragama? Apakah karena anda memang menganut agama dan mempercayai Tuhan? Lalu Tuhan itu seperti apa menurut anda?
- Apakah anda yakin dengan agama yang anda anut?
- Kenapa anda menganggap diri anda justru lebih baik dari orang lain?
- Kenapa anda lebih suka menggosip dan apakah anda tau perbuatan tersebut dilarang dalam agama yang anda anut?
Banyak pertanyaan memang, namun ada pendapat lain dari adanya agnostik:
Saya tidak menafikan adanya respected agnostics seperti Huxley atau Bertrand Russel dll., tetapi keduanya tidak tiba-tiba saja menjadi agnostik: ada proses yang mendahuluinya. Agnostisisme bukan dogma seperti Marxisme. Saya curiga, agnostisisme telah menjadi gaya hidup dan sebentuk pragmatisme, kalau bukan sikap MALAS, dalam berkeyakinan. Bagaimanapun, Tuhan mengungkapkan dirinya dalam Kitab Suci dan Alam Semesta.
Dari beragamnya kepercayaan dan beragamnya pemikiran, saya lebih suka menjadi seorang yang individualis. Tak banyak kata dan tak banyak omong, be our self.
Random Posts
i’m an agnostic and proud of it,
sayangnya di KTP blm ada opsi unutk menuliskan ‘not applicable’ di bagian kolom agama
ilmu baru… baru tahu :mrgreen:
saia juga baru tau :D
hanggadamai’s last blog post..Bingung!!!
baru sekarang mendengar istilah agnostik.. walaupun ciri-ciri yang dodot sebutkan tentang agnostik itu udah sering banget gw lihat..
apakah agnostik itu juga artinya dengan mengaku muslim tapi nggak pernah sholat 5 waktu?
iLm@N’s last blog post..Selamat Menempuh Hidup Baru Buat Mas Catur dan Mbak Eka!
@joyo: ntar juga bakalan ada mas
@isnuansa: holoh
@hanggadamai: walah-walah
@ilm@n: wah gimana ya Man, tapi bisa diketahui sendiri kan?
hah?? individualis?? yakin?? ntar lo gak gw temenin gimana?? :mrgreen:
ridu’s last blog post..Sariawan
ibarat topeng, memang ini yang lagi laku!
peyek’s last blog post..Agresif
ag·nos·tik n orang yg berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (msl Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui—KBBI (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php)
Dalam ilmu tauhid keislaman pandangan yang seperti ini sanagat jelas gambarannya tentang ketuhanan dan kita juga lebih yakin adanya tuhan.
Ghira’s last blog post..Sial, Salah Kirim
good post..
Sekarang ini banyak umat beragama yg secara tidak langsung bertindak seperti agnostis.. dan banyak juga orang2 atheis yg menjadi agnostis.. klo temen2 maen ke forum2 macam webgaul de-el-el, akan banyak sekali dijumpai penjelasan tentang agnostis bahkan lebih panjang lebar lagi..
wew…. agnotis juga sering dipahami sebagai bentuk pelarian manusia2 modern yang ingin terbebas dari dogma yang dianggap memasung kebebasan. *walah nyambung ndak, yah*
sawali tuhusetya’s last blog post..Mitos dan Selubung Masa Silam: Tabir Penulisan Cerpen
like what you said..be our self ^^
elmo’s last blog post..Haha-Hihi
@ridu: gue yakin 99%
@peyek: topengnya pake muka siapa?
@ghira: bener, namun apakah orang yang agnostik patut dikatakan sebagai ateis?
@vcrack: panjang-panjang? duh nggak jadi main ke sana deh, mabok ntar ngebaca tulisan yang panjang-panjang
@sawali tuhusetya: nyambung kok pak, pas banget
@elmo: pas banget
Wedewww…berat nih artikelnya :D
aku baru tau istilah agnostik itu…
rasa-rasanya…kadang kita bisa berubah jadi seseorang yang agnostik…hehehe…
entahlah…tapi bener katamu, just be ourselves…
hayo yg bener “our self” atau “ourselves”?? :D
Panda’s last blog post..Lewat Tengah Malam
Hmmm,,,
Rumit! -_-’
Aaron’s last blog post..Cyber Love
Ya … begitulah kehdupa manusia, rupa-rupa. Semoga semakin memperkuat pandangan tentang kebertuhanan, haqqul yakin pada Allah SWT. Amin.
Ersis W. Abbas’s last blog post..Menulis Penghargaan
hmm..
jadi diri sendiri aja deh..
tapi ndak mau sendirian juga :P
tehaha’s last blog post..berita kehilangan…
aq masih gak paham perbedaan agnostik ma atheis.
Agnostik tidak tahu keberadaan Tuhan, atheis tidak mempercayai keberadaan tuhan, berarti… atheis sudah tahu keberadaan Tuhan,
CMIIW
nurussadad’s last blog post..IP Q, IP MU, IP KITA…
*ga ngerti* -musti pelajarin dulu-
@panda: dua-duanya deh bener,
@aaron: rumit sih iya, tapi haram hukumnya diangggap rumit
@ersis W. Abbas: saya harap juga demikian pak, masalahnya ya itu tadi, banyak yang melenceng dari ajaran agama yang mereka anut, mereka menyatakan diri islam, tapi mereka sendiri tidak percaya dengan yang namanya Allah
@tehaha: itulah yang harus perbuat
@nurussaad: agnostik itu temannya dari atheis
@waterboom: dah dipelajari kan?
waduh, saya speechless ajah.. takut pada diri sendiri…
aghofur’s last blog post..Dari Bloger Iseng
saya juga pengen diDIAGNOSis… gara2 baca tulisan yang berat2 en serius kayaq gini kepala saya jadi pusing!!
khofia’s last blog post..Pawang Gitar
Hai subadri, yang engkau maksud agnostik itu siapa? Engkau jangan hanya melihat seseorang dari luarnya saja, mengatakan seseorang beragama tapi sebenarnya agnostik, buktinya mana?
Kalau engkau bilang buktinya adalah orang-orang masih saja suka menggosip (menggibah) dan berbagai perbuatan dosa lainnya yang telah mereka perbuat, lantas kau langsung menuduh mereka sebagai orang agnostik? itu salah besar wahai sahabatku.
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan ketika mereka telah melakukan suatu kesalahan bukan berarti mereka itu adalah orang-orang yang agnostik. Baginda Rasullah SAW sendiri juga pernah melakukan kesalahan, tapi apakah setelah beliau melakukan kesalahan lantas umatnya menyebut beliau sebagai orang agnostik?
membaca sambil geleng kepala, karena mumet :)
pututik’s last blog post..Panduan Membuat Paspor or Passport
@aghofur: pilihan yang tepat
@khofia: sakit beneran mas?
@tuan tanah: wahai tuan tanah, engkau jangan mengatakan perbuatan yang pernah engkau lakukan sendiri, kalau mau bukti ke sini atuh, banyak manusia yang seperti cerita diatas, saya tidak mengada-ngada, dan ketika jaman sudah berubah ketika pemikiran sudah berkembang, KEPERCAYAAN MENGENAI KETUHANAN AKAN MENGALAMI DEGRADASI, entah teori Huntington mengatakan lain, namun yang jelas, akan terjadi degradasi.
@pututik: yah…
be your self :D
loper’s last blog post..SawungKampret
minti ijin buat baca ulang
Memang sudah mulai banyak orang-orang yang agnostik di Indonesia. Pada dasarnya mereka meragukan ke-Ilahi-an. Eropa sih sudah tempatnya manusia-manusia agnostik.
huhuhu
agama itu juga kalo nggak salah dapt di artikan sebagai pendirian
jadi tak salah juga kalau ada orang yang berpenderian sebagai agnostik seperti yang mas sebutkan.
sah-sah aja kok,
sama seperti halnya sah-sah saja orang beragama islam katolik hindu budha dan sebagainya. cuma setau saya negara kita negara yang berazazkan pancasila. yang sila pertamanya menuntut rakyatnya untuk mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa. terserah menanggapi nya gimana.
sebagai umat beragama yang berpancasilais saya cuma mau menjalani pendirian tersebut tanpa menganggu pendirian orang lain.
:D
yah syukur kalo para pemegang kepercayaan (yang beragama) ngelakuin ajaran agamanya dengan tulus hati, bukannya takut dosa.
bagi yang ngga bukannya itu hipokrit?
bagi yang agnostik, asal jadi manusia yang bener dan tetap percaya tuhan ga masalah kan.
Saya mau komentar serius nanti dianggap Pluraris, dan berniat mencekoki orang lain dengan Pluralisme, alah ……………………. (komen versi nulis).
Agama kembali pada diri kita sendiri, Kita Beragama atau kita lahir dan Menganut Agama orang tua, itu saja intinya, selama agama adalah kewajiban dari orang tua maka kita akan selalu begitu² saja.
salam.
pusing sayah jeng
ehm bknkh dodot myebut agnostik adlh org2 jahat smua? Bukankah itu jg mgunjing+mecela? Artinya dodot agnostik dong. Apkh dodot myamak smua org islam teroris=taliban atw kristen pembantai=hitler Atheis=marx. Dll lah
hm, saya dulu sering mempertanyakan keberadaan Tuhan, hingga saya hampir takut disebut atheis.. eh tnyata, akhirnya menemukan penjelasan tentang diri saya – Agnostik. Selama ini, saya memang mempunyai agama, cuman agama yang saya anut merupakan warisan orang tua dari lahir. Sehingga, boleh dibilang saya sangat mempertanyakan kenapa saya beragama ini?
Menurut saya, memang ada saatnya semua orang mempertanyakan tentang Tuhan, sebagai contoh “kenapa ada orang miskin? kenapa masih ada bencana? kenapa ada orang yang sakit-sakitan? apakah Tuhan itu adil? dsb dsb” yang bagi orang-orang bertaqwa mungkin tidak terlalu mempertanyakannya dan langsung melaksanakan pengabdian kepada Tuhannya. Cuman, bagi orang agnostik, pertanyaan ini sangat kental sehingga mereka masih percaya ama Tuhan, cuman masih sangat ragu.
Agnostik juga bukan masalah perbuatan, orang agnostik juga tdk mau membunuh atau memperkosa, karena mereka juga pake konsep adanya ‘hukuman’ yang mereka yakini..
Yah, moga2 di luar sana memang ada pencerahan, karena bagi orang agnostik yang sangat dibutuhkan adalah bukti yang ‘ilmiah’ tentang Illah.
Menurut saya agama adalah produk budaya yang bersifat cognitive dan herediter, jadi agama itu cenderung kaku dan tanpa kedalaman affective dan psikomotorik. Ini bisa dibuktikan dengan agama orang, biasanya menurun dari agama ortunya, orang beragama cenderung tidak manusiawi dan jauh dari ruang dan waktu dimana dia berpijak (contoh:kita orang Indonesia kok agamanya dari timur tengah, kita orang Indonesia (tropis) kok pake jilbab (subtropis), kita orang Indonesia kok pake sinterklas+zwarte piet??). Agama merupakan suatu delusi dari sekumpulan orang (masyarakat)yang mengarah kepada kegilaan (schizophrenia), secara neuro-anthropo-biologi ini dibuktikan bahwa pada saat orang berdoa terjadi suatu microseizzure (serangan kecil)aliran listrik dalam lobus temporalis otak manusia dan ini mirip polanya dengan gambaran kondisi otak pada penderita schizophrenia (gila), selain itu banyak contoh bahwa agama justru menjauhkan manusia dari kemanusiaan, yang dapat kita lihat disekeliling kita sehari-hari. Kesimpulan saya kita tidak perlu beragama bila ingin mencapai TUHAN, karena TUHAN itu tidak dimana2, tetapi ada dalam diri kita sendiri. Keyakinan bukan untuk diadili, Kebenaran bukan untuk dipaksakan!! Salam Agnostik!! hehehe
Ketika anda menderita radang tenggorokkan, anda berobat ke dokter X dan anda meminum obat A, seminggu kemudian anda kembali lagi ke dokter X dan sakit anda belum sembuh, dokter X memberi anda obat A lagi dan anda pulang. Seminggu kemudian anda kembali lagi-lagi ke dokter X dan dia memberi anda obat A lagi, dan begitu seterusnya berulang-ulang. Anda percaya penuh tanpa cela terhadap dokter X dan percaya pada obat A tanpa bertanya. Alangkah bodohnya anda!! Percaya pada dokter yang bodoh dan tetap meminum obat A yang terbukti tidak dapat menyembuhkan penyakit anda. Seharusnya anda (kalo berpikir dan tidak bodoh lho) akan ganti dokter dan ganti obat dong!! Begitu pula dengan tuhan dan agama, jika tuhan dan agama telah terbukti gagal dalam memecahkan masalah hidup anda dan dunia, dan anda tetap percaya pada agama tertentu dan tuhan tertentu, menyembah2 tanpa terkecuali, memuja2 dengan rajin, mengikuti aturan2 kitab suci tanpa bertanya, maka betapa bodohnya anda!! Anda harus mengganti tuhan atau agama anda, dengan tuhan atau agama yang lain atau dengan sesuatu yang lain, sesuatu yang beda. Sebagai gambaran, kitab suci agama2 (terutama dari timur tengah) juga penuh dengan kekerasan dan tidak manusiawi. Bisa di check banyak kata2 tidak bagus, tidak halus dan tidak manusiawi yang tercantum dalam kitab suci agama2 (terutama dari timur tengah). Adapun kata2 itu adalah : ”dihina”, ”dikutuk”, ”dipermalukan”,”dihukum”, ”dicambuk”, ”diadili”, ”dibakar”, ”dibasmi”, ”dilaknat”, ”dipukuli”, ”tidak terampuni”, ” dimusnahkan” dan lain sebagainya. Ketika kitab suci yang diyakini datang dari tuhan (katanya) yang maha pengasih, maha lembut, maha penyayang, maha baik dll, kok kata2 dalam kitab suci justru kasar, brutal dan kejam? Apa mungkin tuhan berbuat atau mengajarkan sesuatu yang begitu kasar, kejam, brutal terhadap manusia ciptaannya (katanya)? Saling kontradiktif kan? Saling tidak logis kan? Atau kitab suci cuma diada2in aja oleh manusia demi kekuasaan untuk menguasai orang lain? Kita mempunyai otak untuk berpikir, maka gunakanlah dengan rasional dan logis. Otak menuntun kita dengan konsisten dan rapih sedangkan agama (terutama agama2 dari timur tengah) hanya memberikan mimpi2 semu yang jauh dari kemanusiaan, kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Otak menuntun kita kearah dialog, keberagaman, hormat menghormati dan keterbukaan, sedangkan agama (terutama agama2 dari timur tengah) menuntun kita pada monopoli kebenaran menurut versinya masing2, yang penuh dengan kekerasan dan berlumuran darah (bisa dilihat detik ini di jalur gaza dan di negara kita sdr). Salam Indonesiaku!!
Bukti ilmiah tentang tuhan? Tentu itu akan menjadi usaha penemuan jawaban yang tidak pernah berhenti. Apa itu tuhan? Tuhan adalah suatu keyakinan kita akan sesuatu yang baik dan benar, itu aja kok, gak lebih dan gak kurang, gitu aja kok repot. Kaum agnostik percaya tuhan dalam arti sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah yang mencakup hukum sebab-akibat dan korelasi, hukum ruang dan waktu. Ilmiah adalah suatu pemikiran yang menggunakan nalar, bisa dibuktikan, bisa diulang oleh manusia siapa saja. Jadi kalau ada cerita (katanya) ada seseorang bisa membelah Laut Merah dan kemudian orang berbondong2 berlari melintasinya, apakah hal itu bisa dibuktikan, bisa diulang, bisa diterima oleh akal sehat?
Gw dulu kecil playgroup Kristen, TK Islam, SD-SMA Katolik, di rumah Budha, temen banyak yang Hindu juga. Akhirnya gw jadi agnostik sejak 3 tahun yang lalu (nemu konsep ini baru 3 tahun yang lalu soalnya hehehe).
agama itu kepercayaan..dan kepercayaan itu tergantung masing2 pribadi.. manusia salah..itu biasa..manusia emang g ada yang sempurna..
agama itu ada..
atheis itu ada..
agnostik itu ada..
jangan saling nyela..
klo menurutku Tuhan itu ada dalam diri masing2..
manunggaling kawula Gusti (Syehk Siti Jenar)..
aturan dalam agama dan aturan kemanusiaan itu sebenarnya siapa yng buat coba.. dan mematuhi ato tidak, itu urusan masing2.. tinggal masalah hati nurani aja kok..
PISS…
org agnostik ga trjdi gitu aja mrka mngalami yg namany pencarian, pncerahan, nilai-nilai dsb. smpe skg gue agnostik dan dalam kpercyaan gue ini gue brpkr gmn kalo nanti smua org jd agnostik.? mnurut gue kl org yg ga memahami agnostik tp jd agnostik akn mmbhayakn diri dia sndri. agma kn dsrny untk mengontrol perilaku mnusia. kmbli ke msing2 pribdi sih. :)
helpful post.